Camat Karawang Barat : Kesadaran Warga Kunci Bebas TPS Liar ,Bukan Sekedar Tambah Truk.

Infokotanews
13 Mei 2026, 16:50 WIB Last Updated 2026-05-13T09:53:19Z


Karawang.www.infokotanews.net.

Kecamatan Karawang Barat menghasilkan sekitar 60 ton sampah per hari. Untuk mengatasi persoalan itu, Camat Karawang Barat Agus Somantri menyebut kunci utamanya bukan menambah armada, melainkan meningkatkan kesadaran warga dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.


Dalam keterangannya kepada awak media di kantornya, Agus memaparkan kondisi pengelolaan sampah di wilayahnya. Titik penumpukan sampah terparah saat ini berada di TPS Karawang Kulon, Tanjungmekar, Nagasari, Adiarsa Barat, dan Karangpawitan.


“Produksi sampah Karawang Barat mencapai kurleb 60 ton per hari. Titik paling parah ada di lima lokasi TPS tersebut,” ujarnya. Rabu, (13/5/2026). Siang


Untuk melayani 8 kecamatan, UPTD Kebersihan Wilayah 1 Karawang mengoperasikan 53 unit armada, terdiri dari 35 unit rental dan 18 unit organik. Khusus Kecamatan Karawang Barat, sebanyak 25 unit armada diturunkan setiap hari.


Dengan jumlah itu, Agus menilai armada sebenarnya sudah memadai. Persoalan utama justru pada perilaku warga yang masih membuang sampah sembarangan.


“Kendalanya adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah. Banyak yang membuang sampah sembarangan sehingga muncul TPS liar. Selain itu, fasilitas pengelolaan dan pengolahan sampah juga masih kurang,” jelasnya.


Sejalan dengan menunggu penanganan DLHK, Kecamatan Karawang Barat sudah bergerak melakukan sosialisasi pengelolaan sampah hingga tingkat RT dan RW. Warga dihimbau untuk memilah sampah rumah tangga, mengurangi penggunaan plastik, sedotan, dan sterofoam, serta memanfaatkan botol bekas menjadi kerajinan atau pot bunga.


Untuk pengelolaan berbasis masyarakat, TPS3R Mekarjati menjadi salah satu upaya yang sedang dijalankan agar sampah bisa diolah sebelum dibuang ke TPA.


Agus menegaskan, Karawang Barat baru bisa bebas dari TPS liar jika kesadaran warga sudah terbangun.


“Karawang Barat akan hilang TPS liar jika sudah tertanam kesadaran masyarakat akan kepedulian kepada lingkungan, dengan cara memilah sampah dan memanfaatkan barang yang sudah tidak digunakan,” katanya.


Ia juga berpesan langsung kepada warga yang masih membuang sampah ke selokan:  


“Selokan bukan tempat sampah. Jangan tinggalkan warisan sampah yang akan mengakibatkan banjir serta penyakit bagi anak dan cucu kita.”


Saat ditanya prioritas antara menambah truk atau menambah kesadaran warga, Agus menjawab tegas:  


“Kesadaran warga memilah sampah rumah tangga lebih diutamakan.”tutupnya. (her).

Komentar

Tampilkan

Berita Lainnya >>

Pendidikan

+