KKN Ners Horizon Indonesia Resmi Ditutup, Bangun Data Kesehatan Dan Inovasi Untuk Warga Warung Bambu.

Infokotanews
04 Juni 2026, 16:47 WIB Last Updated 2026-06-04T09:51:38Z


Karawang .www.infokotanews.net.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Horizon Indonesia resmi menutup Praktik Profesi Keperawatan Komunitas dan Keluarga di Desa Warungbambu, Karawang Timur, Kamis 4/6/2026.


Acara penutupan dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Bapperida, Dinas Kesehatan, Dekan FIKES Horizon University Indonesia, Camat Karawang Timur Bunawan, Kepala Puskesmas Adiarsa Timur dr. Nugraha, Kades Warungbambu Mustakim beserta Babinsa, Babinkamtibmas, perangkat desa, Karang Taruna, dan warga Dusun Warna Jaya serta Sukamulia.


Kepala Prodi Pendidikan Profesi Ners Horizon University Indonesia Sudiono mengatakan penutupan ditandai pemaparan hasil pendataan, kegiatan pembangunan kesehatan masyarakat, dan inovasi program unggulan tiap kelompok.


"Melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tapi langsung terjun ke masyarakat. Kami berharap data kesehatan dan inovasi yang dibuat bersama warga bisa jadi dasar program desa ke depan," ujar Sudiono.



Kegiatan yang dimulai dari 30 Mei sampai dengan 4 Juni 2026 menerjunkan 98 mahasiswa dalam dua gelombang. Gelombang kedua menempatkan 48 mahasiswa di Dusun Warna Jaya dan Sukamulia, masing-masing 3 kelompok. Sasaran intervensi mulai anak-anak sampai lansia.


Hasil kuesioner dan pengkajian sebulan mencatat enam masalah kesehatan dominan di Warungbambu: hipertensi dewasa dan lansia, pengelolaan sampah rumah tangga, rokok dan NAPZA, PHBS plus keamanan pangan anak sekolah, diabetes dewasa dan lansia, serta kelelahan kerja usia produktif.


"Misal lansianya di desa ini kebanyakan hipertensi. Kita ngelakuin cek kesehatan, tensi, senam hipertensi sama edukasi biar nggak kambuh," kata Ajva, mahasiswa Profesi Ners.


Untuk isu sampah, mahasiswa tidak langsung bikin program. Inovasi pengelolaan sampah organik disusun lewat musyawarah dan scoring bersama warga.


"Kenapa inovasinya nggak langsung kita bikin. Kita mau bikin sampah organik tapi berdasarkan musyawarah masyarakat dan scoring. Yang kasih skornya itu warga Warungbambu sendiri," jelas Neneng Mulida.


Ketua KKN gelombang 2 Parhan Nudin menambahkan, acara penutupan diisi gebyar UMKM lokal dan stan sponsor. Kegiatan ditutup gunting pita program prioritas inovasi yang dibuat mahasiswa bersama warga.


Kades Warungbambu Mustakim mengapresiasi kerja mahasiswa selama sebulan. Ia titip agar program terus jalan meski mahasiswa sudah pulang.


"Kami ucapkan terima kasih ke adik-adik mahasiswa Profesi Ners Horizon Indonesia. Kegiatannya sangat membantu warga, terutama edukasi kesehatan dan pengelolaan sampah. Inovasi yang dibuat bersama warga ini kami harap bisa terus berjalan," ujar Mustakim.


Mahasiswa mengaku banyak belajar karena warga Warungbambu antusias. "Warganya sendiri sangat antusias dan excited atas kedatangan serta kegiatan kita," kata Ajva.


Dengan ditutupnya KKN ini, data kesehatan dan inovasi yang disusun bersama diharapkan jadi langkah awal penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas di Warungbambu. (Her).

Komentar

Tampilkan

Berita Lainnya >>

Pendidikan

+