Karawang.www.infokotanews.net.Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi ikan maupun air dari Sungai Irigasi BTuB2/CKM kawasan Leuweung Seureuh. Imbauan ini menyusul temuan ikan mati massal di aliran sungai tersebut, Selasa 2/6/2026 dini hari.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang, Lucky Mantera Dwi Putra Romly, mengatakan pihaknya bersama Satgas Citarum Harum Sektor 10 masih melakukan penelusuran. Berdasarkan aduan masyarakat, ikan mulai mati sekitar pukul 22.30 WIB di daerah Leuweung Seureuh.
"Himbauannya sebaiknya jangan dikonsumsi dulu, karena kita kan belum tahu hasil uji laboratorium sampel airnya. Ini untuk pencegahan aja, takutnya kalau dikonsumsi ada minyak berbahaya, takut berdampak ke kesehatan," ujar Lucky saat dikonfirmasi. Selasa(2/6/2026)
Dalam pemeriksaan awal, tim mengukur pH air dan hasilnya 6. Angka itu masih masuk baku mutu lingkungan 6-9. Namun Lucky menyebut ada dugaan lain yang sedang didalami. Tim mendapat informasi dari Jatiluhur bahwa ikan di sana juga mati akibat amoniak. Dugaan lain, ada mobil yang membuang limbah ke sungai.
"Tim lagi bergerak di lapangan sampai ke Walahar ini," katanya.
Hingga penelusuran selesai, sumber pencemaran belum ditemukan secara langsung. DLH akan menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab kematian ikan dan menentukan langkah penanganan selanjutnya. (Her).


