Karawang.www.infokotanews.net.
Karawang .www.infokotanews.net.
Langkah ini diambil menyusul keluhan petambak terkait dampak Proyek Strategis Nasional Revitalisasi Tambak Nila Salin terhadap produksi rumput laut.
Ketua Koperasi Mina Agarmakmur, Usup Supriatna, membenarkan adanya penyampaian aspirasi tersebut.
“Kami sudah diskusi dengan anggota. PSN Nila Salin ini mengubah tata air dan lahan. Dampaknya ke rumput laut belum jelas. Kami sampaikan langsung ke Pak Asda 2,” kata Usup kepada awak media, Jumat 8/5/2026 siang.
Usup menyampaikan, sekurangnya 20 tahun merintis dan saat ini 76 petambak anggota koperasi mengelola 421 hektare tambak dengan produksi 120-130 ton rumput laut basah per bulan. Produk sudah berstandar SNI.
“Kami kelola merintis 20tahunan lalu saat ini nggota kami 76 petambak di Tirtajaya dengan luas lahan ±421 hektare. Kami dukung PSN, tapi rumput laut jangan mati,” tegas Usup.
Sebagai Asda II yang membidangi Perekonomian dan Pembangunan, Asep Hazar menyatakan siap mengoordinasikan Bapenda, Distan, DKP, hingga DisperindagkopUKM.
“PSN tujuannya baik, tapi Pemkab wajib pastikan tidak ada sektor yang dikorbankan. Data dari Koperasi Mina Agarmakmur akan kami sandingkan dengan data OPD teknis,” ujar Asep Hazar.
“Prinsipnya semua didengar. Ini tugas kami memastikan pembangunan dan ekonomi jalan beriringan,” ucapnya.
Asep Hazar juga menyambut baik peran media yang mengajukan pendampingan.
“Ya terima kasih. Hasil liputan teman-teman akan jadi masukan. Biar kebijakan dan tata kelola berbasis data riil,” pungkasnya. (Her).


