KARAWANG SUKSES GELAR KIRAB MAHKOTA BINOKASIH ,WAYA KARMILA APRESIASI TOTALITAS SENIMAN.

Infokotanews
10 Mei 2026, 23:29 WIB Last Updated 2026-05-10T16:31:56Z


Karawang.www.infokotanews.net.

Suasana Jalan Ir. H. Juanda hingga Alun-Alun Karawang berubah jadi lautan manusia Sabtu (9/5/2026) malam. Kirab Mahkota Binokasih yang jadi puncak Milangkala Tatar Sunda 2026 sukses digelar dan menyedot ribuan warga dari berbagai kecamatan.


Sejak pukul 19.30 WIB, rombongan budaya mulai bergerak dari kawasan Stasiun Karawang. Warga berdesakan di trotoar Jalan Arief Rahman Hakim dan Jalan Tuparev hanya untuk melihat langsung parade seni tradisi. Anak-anak naik ke pundak ayahnya. Emak-emak sibuk merekam dengan ponsel. Sorak riuh pecah setiap kali penari Ketuk Tilu dan goyang Karawang melintas.


Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Karawang, Waya Karmila terlihat ikut berjalan bersama rombongan. Usai kirab, ia mengapresiasi antusiasme masyarakat dan totalitas para seniman yang tampil. Menurutnya, seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana dan menjadi bukti Karawang serius merawat identitas budaya Sunda.


Saat melihat langsung penampilan para seniman di rute kirab, Waya beberapa kali bertepuk tangan sambil berkomentar, "Sae... Sae...". Ia menyebut energi warga dan penari benar-benar menyatu malam itu.


“Kita sudah tunjukkan Karawang punya akar budaya kuat. Tugas selanjutnya, jaga dan wariskan ke generasi muda. Jangan sampai Milangkala hanya seremonial,” ujarnya.


Dalam acara inti di Alun-alun Karawang, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyebut Kirab Mahkota Binokasih menjadi simbol eratnya hubungan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah daerah, sekaligus wujud kasih sayang pemerintah kepada masyarakat.


"Binokasih ini adalah kasih sayang. Kasih sayang semuanya harus kita berikan terhadap masyarakat," ujar Aep dalam sambutannya.


Menurut Aep, Gubernur Dedi Mulyadi ingin membangun kedekatan emosional antara pemerintah dengan masyarakat lewat kirab ini. Ia juga menyebut Karawang menjadi daerah ketujuh yang disinggahi dan mengapresiasi antusiasme warga yang memadati Alun-alun sejak sore.


Aep menambahkan, kirab ini juga menghadirkan pertunjukan seni dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Baginya, itu bukti kekayaan budaya sekaligus kebersamaan masyarakat Jawa Barat.


Magnet utama malam itu adalah Panganten Kembang Ageung. Tradisi pengantin adat yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda nasional tersebut tampil anggun di atas tandu hias. Selain itu, Pencug Karawang dan kolaborasi Mojang Jajaka Karawang juga sukses memukau warga.


Kirab bertema “Subang Larang, Nebar Kaheman” ini bukan sekadar arak-arakan. Ia jadi ruang menebar silih asah, silih asih, silih asuh di tengah modernitas Karawang sebagai kota industri. Dengan suksesnya Kirab Mahkota Binokasih, Karawang kembali menegaskan komitmennya: warisan leluhur Sunda harus tetap hidup dan diwariskan lintas generasi, bukan hanya jadi tontonan setahun sekali. (Her).

Komentar

Tampilkan

Berita Lainnya >>

Pendidikan

+