Karawang.www.infokotanews.net.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang menjadikan program Nyeni di Sakola sebagai program prioritas untuk memperkuat karakter siswa dan menjaga budaya lokal di tengah arus digitalisasi.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Karawang, Waya Karmila, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar mengajarkan seni, tetapi menanamkan nilai budaya dalam aktivitas sehari-hari siswa.
“Nyeni di Sakola artinya membiasakan anak berbudaya. Mulai dari cara berpakaian, bertutur kata, sampai perilaku. Bahasa pasar dikurangi, kultur budaya dikuatkan,” ujar Waya saat berbincang dengan awak media di kantornya. Rabu, (13/5/2026). Pagi.
Menurutnya, program ini menjadi jawaban atas menurunnya minat baca dan pergeseran nilai di kalangan siswa akibat pengaruh media sosial. Anak-anak saat ini lebih terbiasa melihat dan mendengar, sehingga pendekatan seni dan budaya dinilai lebih efektif.
Waya menegaskan, penguatan karakter tidak bisa ditunda. Pemerintah menargetkan 18 nilai karakter bangsa seperti religius, jujur, disiplin, kerja keras, toleransi, cinta tanah air, hingga tanggung jawab ditanamkan sejak usia dini.
“Disiplin harus dipaksakan sejak usia 4 tahun. Kalau dibiarkan, anak akan terbiasa ribut dan tidak tahu batas. Ketika dibiasakan, disiplin itu akan berkelanjutan dan membentuk karakter,” katanya.
Ia menambahkan, pembelajaran juga harus memiliki target jelas. Anak yang belum bisa membaca harus diarahkan hingga mampu, karena proses itu bagian dari pendidikan karakter.
Sebagai daerah industri, Karawang menjadi titik temu budaya dari seluruh Indonesia dan luar negeri. Namun Waya menyayangkan, justru warga luar yang lebih antusias bertanya tentang sejarah dan budaya Karawang.
“Banyak teman saya dari Sumatera, Bali, yang ingin tahu soal goyang Karawang, cagar budaya, legenda Karawang. Sementara warga kita sendiri belum tentu tahu,” ungkapnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah bertugas mempublikasikan kekayaan budaya, sementara masyarakat, terutama warga Karawang, harus punya kesadaran untuk menjaga dan mengenalinya.
“Media sosial bisa kita manfaatkan untuk hal positif. Publikasikan kekayaan alam dan budaya Karawang. Jangan hanya melihat sisi negatifnya. Kalau pemerintah dan masyarakat jalan bersama, budaya Karawang tidak akan hilang,” pungkas Waya.
Program Nyeni di Sakola kini tengah didorong untuk diterapkan di lebih banyak sekolah di Karawang sebagai upaya membentengi siswa dari erosi budaya dan memperkuat identitas lokal. (Her).


