Tokoh Pemuda Aktivis Kampus Jatisari Jeje Zaenudin . Soroti Lemahnya Pelayanan RS Paru Jatisari ,Tolak Pasien Gawat Darurat Dengan Dalih Kamar Penuh.

Infokotanews
18 April 2026, 09:10 WIB Last Updated 2026-04-18T02:26:54Z


Karawang .www.infokotanews.net.

Tokoh pemuda Jatisari sekaligus mahasiswa hukum, Jeje Zaenudin, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pelayanan RSUD Jatisari menyusul dugaan penolakan pasien dalam kondisi gawat darurat yang kembali terjadi.

“RSUD Jatisari seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat Jatisari. Tapi ketika muncul dugaan penolakan pasien darurat, ini menjadi alarm serius bagi kita semua,” ujar Jeje.

Ia menegaskan bahwa RSUD Jatisari memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk memberikan pertolongan pertama tanpa pengecualian kepada pasien dalam kondisi darurat.

“RSUD Jatisari tidak boleh berlindung di balik alasan kamar penuh atau keterbatasan fasilitas. Dalam kondisi darurat, yang utama adalah penyelamatan nyawa. Itu prinsip dasar yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Menurut Jeje, jika dugaan ini benar, maka pelayanan di RSUD Jatisari perlu dievaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi manajemen, sistem rujukan, maupun kesiapan tenaga kesehatan.


“Kita butuh kejelasan. Apa yang sebenarnya terjadi di RSUD Jatisari? Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap rumah sakit daerahnya sendiri,” lanjutnya.

Sebagai putra asli Jatisari, Jeje mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal isu ini, meskipun aktivitasnya lebih sering berada di luar daerah.

“Saya memang tidak selalu berada di Jatisari, tetapi RSUD Jatisari adalah fasilitas publik milik masyarakat kita. Ketika ada persoalan seperti ini, saya merasa wajib untuk bersuara,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa kejadian serupa tidak boleh terus berulang di RSUD Jatisari, karena menyangkut keselamatan warga.

“Kalau kejadian di RSUD Jatisari seperti ini terus terjadi, ini bukan lagi kelalaian biasa, tapi bisa menjadi masalah sistemik yang serius,” katanya.

Jeje pun mendesak adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk membenahi pelayanan di RSUD Jatisari.

“Saya mendesak pihak RSUD Jatisari dan pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi total, membuka informasi ke publik, dan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat Jatisari untuk berani menyuarakan pengalaman mereka terkait pelayanan di RSUD Jatisari.

“Kalau ada masyarakat yang pernah mengalami pelayanan buruk di RSUD Jatisari, jangan diam. Sampaikan, laporkan, dan suarakan. Ini menyangkut hak kita semua,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa jika persoalan di RSUD Jatisari tidak segera dibenahi, maka dorongan publik akan semakin kuat.

“Kalau RSUD Jatisari tidak berbenah dan kejadian seperti ini terus berulang, maka wajar jika ke depan akan muncul gerakan masyarakat yang lebih besar untuk menuntut perbaikan. Tapi saya tekankan, semua harus dilakukan secara tertib dan dalam koridor hukum,” tutup Jeje. ( her)

Komentar

Tampilkan

Berita Lainnya >>

Pendidikan

+