Karawang, www.infokotanews.net.
Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar kegiatan sosial berupa pembagian 250 bungkus takjil kepada masyarakat di sekitar Alun-Alun Karawang, Kamis (12/3/2026) sore. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda “Buka Bersama Marhaenis UBP Karawang” yang bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat, khususnya kaum marhaen.
Sebanyak 250 paket takjil yang dibagikan merupakan hasil penggalangan donasi dari kader GMNI UBP Karawang, alumni, calon kader, serta simpatisan. Sasaran pembagian takjil ini antara lain masyarakat yang berada di sekitar lokasi seperti manusia gerobak, pemulung, pengemudi ojek, serta masyarakat lain yang membutuhkan.
Ketua Dewan Pengurus Komisariat GMNI UBP Karawang, Jeje Zaenudin, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk nyata bahwa mahasiswa tidak hanya hadir melalui wacana, tetapi juga melalui tindakan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi takjil, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melakukan analisis sosial terhadap kondisi masyarakat di Karawang. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat di lapangan, kader GMNI mencoba melihat secara nyata apakah kesejahteraan masyarakat sudah benar-benar terwujud atau masih terdapat ketimpangan sosial.
“Hari ini kami juga mencoba melihat langsung realitas sosial masyarakat. Apakah masyarakat Karawang sudah benar-benar sejahtera atau belum. Ternyata setelah kami berbincang dengan beberapa masyarakat, masih banyak yang hidup dalam kondisi sulit,” ujar Jeje.
Ia mencontohkan percakapannya dengan salah satu pemulung yang ditemuinya di sekitar lokasi kegiatan. Dalam percakapan tersebut, pemulung itu menyampaikan bahwa di wilayah Jatirasa masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan merasakan ketimpangan sosial.
“Ketika saya berbincang dengan salah satu pemulung, ia menyampaikan bahwa di daerah Jatirasa masih banyak ketimpangan sosial. Ia berharap mahasiswa bisa menyampaikan keluhan-keluhan masyarakat kepada pemerintah,” lanjutnya.
Jeje menegaskan bahwa temuan-temuan sosial tersebut tidak akan berhenti pada kegiatan hari ini saja. Setelah kegiatan ini, DPK GMNI UBP Karawang berencana menyusun kajian sosial mengenai kondisi masyarakat Karawang berdasarkan hasil pengamatan dan dialog dengan masyarakat di lapangan.
“Kami tidak ingin berhenti pada kegiatan simbolik saja. Setelah ini kami akan membuat kajian sosial terkait kondisi masyarakat yang kami temui di lapangan. Hasil kajian itu akan kami sampaikan kepada pemerintah melalui audiensi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa apabila aspirasi masyarakat tersebut tidak mendapat tanggapan yang serius, GMNI Karawang tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi yang lebih besar dengan melibatkan kader GMNI di seluruh Karawang.
“Kalau nantinya aspirasi tersebut tidak ditanggapi, maka kami siap melakukan aksi yang lebih besar bersama seluruh kader GMNI di Karawang. Mahasiswa harus tetap menjadi penyambung suara rakyat,” tegas Jeje.
Sementara itu, Sekretaris DPK GMNI UBP Karawang, Gahara Abhirama, menyampaikan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi mahasiswa untuk memperkuat nilai empati dan solidaritas sosial.
“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar. Melalui kegiatan ini kami berharap mahasiswa dapat semakin dekat dengan masyarakat dan menumbuhkan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Ketua Biro Kaderisasi DPK GMNI UBP Karawang, Reza, menambahkan bahwa kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari proses kaderisasi organisasi.
“Bagi kami, kaderisasi tidak hanya berlangsung melalui diskusi atau forum internal, tetapi juga melalui praktik nyata di tengah masyarakat. Kader GMNI harus hadir dan berpihak kepada kaum marhaen,” kata Reza.
DPK GMNI UBP Karawang juga menyampaikan apresiasi kepada Ayam Geprek Sriwedari yang telah berpartisipasi dengan menggratiskan minuman serta membantu biaya pengiriman pesanan ke lokasi kegiatan. Dukungan tersebut menjadi bukti kolaborasi positif antara mahasiswa dan pelaku usaha lokal dalam menebar kebaikan di bulan suci Ramadan.
Melalui kegiatan ini, DPK GMNI UBP Karawang berharap semangat gotong royong, solidaritas sosial, dan nilai-nilai marhaenisme dapat terus hidup serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.( Her)



