Puluhan Mahasiswa DPC GMNI Karawang Merdeka Desak Pencemaran DAS Cilamaya ,DLHK Berkomitmen Hadir Untuk Desa Situdam.

Infokotanews
06 Juli 2026, 18:53 WIB Last Updated 2026-07-06T12:04:42Z


Karawang, www.infokotanews.net.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang Merdeka menggelar aksi di depan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang sebagai bentuk kepedulian terhadap pencemaran limbah industri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya yang selama bertahun-tahun telah berdampak pada masyarakat, khususnya warga Desa Situdam, Kecamatan Jatisari.


Aksi tersebut merupakan bentuk desakan kepada pemerintah agar penanganan pencemaran tidak lagi hanya berfokus pada penelusuran sumber limbah, tetapi juga memberikan perhatian kepada masyarakat yang selama ini menjadi korban pencemaran. Air sungai yang menghitam dan berbau menyengat yang terus berulang menjadi bukti bahwa persoalan ini belum terselesaikan secara tuntas.


Dalam audiensi yang berlangsung usai aksi, DPC GMNI Karawang Merdeka menyampaikan berbagai tuntutan kepada DLH Kabupaten Karawang terkait pelaksanaan pengendalian pencemaran DAS Cilamaya. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak, bukan hanya melakukan koordinasi antarinstansi.



Pada kesempatan tersebut, DLH Kabupaten Karawang mengakui bahwa selama ini penanganan lebih banyak difokuskan pada koordinasi dengan DLH Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Subang dalam upaya menyelesaikan sumber pencemaran limbah industri. DLH juga mengakui bahwa hingga saat ini belum pernah dilakukan sosialisasi maupun pendekatan khusus kepada masyarakat yang terdampak langsung akibat pencemaran.


Sebagai tindak lanjut hasil audiensi, DLH Kabupaten Karawang berkomitmen akan hadir di Desa Situdam pada akhir Juli 2026 untuk melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terdampak. Langkah tersebut diharapkan menjadi awal perubahan pendekatan pemerintah, yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian sumber pencemaran, tetapi juga memberikan perhatian kepada warga yang selama ini merasakan dampaknya.


Koordinator Aksi, Jeje Zaenudin, menyampaikan apresiasi atas komitmen yang disampaikan oleh DLH Kabupaten Karawang.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada DLH Kabupaten Karawang atas komitmen yang telah disampaikan hari ini. Kami berharap ini menjadi langkah awal yang baik, di mana pemerintah tidak hanya fokus menyelesaikan sumber pencemaran, tetapi juga benar-benar hadir di tengah masyarakat yang selama ini menjadi korban dampak limbah industri," ujar Jeje.


Meski demikian, Jeje menegaskan bahwa DPC GMNI Karawang Merdeka akan terus mengawal realisasi komitmen tersebut agar tidak berhenti sebatas janji.


"Kami akan terus mengawal janji ini. Jangan sampai komitmen yang disampaikan hari ini hanya menjadi janji semata. Selain itu, kami juga berharap sungai di beberapa titik, khususnya di Desa Situdam hingga Bendungan Barugbug, ditetapkan sebagai titik prioritas pemantauan kualitas air sehingga pengawasan dapat dilakukan secara rutin. Jangan sampai DLH baru turun melakukan verifikasi lapangan dan pengambilan sampel air ketika ada aduan dari masyarakat. Persoalan limbah industri di DAS Cilamaya sudah berlangsung bertahun-tahun. Seharusnya pemantauan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan sebagaimana diamanatkan dalam Pergub Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2025. Masyarakat tidak boleh terus menunggu pencemaran terjadi terlebih dahulu baru kemudian pemerintah hadir," tegas Jeje.


DPC GMNI Karawang Merdeka menegaskan akan terus mengawal seluruh komitmen yang telah disampaikan dalam audiensi serta mendorong pelaksanaan Pergub Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2025 agar benar-benar memberikan perlindungan terhadap lingkungan hidup dan masyarakat yang terdampak pencemaran limbah industri di DAS Cilamaya. (**)

Komentar

Tampilkan

Berita Lainnya >>

Pendidikan

+